Selasa, 30 Oktober 2018

Topologi Jaringan Nirkabel Indoor & Outdoor


Jaringan Nirkabel/Wireless merupakan area local tanpa kabel dimana media transmisinya menggunakan frekuensi radio (RF) dan intered (IR) untuk memberi sebuah koneksi jaringan keseluruhan pengguna dalam area disekitarnya. Nah, pada kali ini saya akan memaparkan beberapa jenis topologi jaringan nirkabel, diantaranya yaitu:

  1. Jaringan Indoor
a.  Independent Basic Service Set (IBBS)
 
Nama lain dari AdHoc dan lebih banyak dikenal dengan nama Independent Basic Service Set (IBBS). Adanya jaringan AdHoc ini terbentuk jika antara Client dengan dengan lainnya di lengkai dengan Wireles LAN Card di perangkatnya dan saling terhubung antara satu dengan lainnya secara langsung. Untuk jenis jaringan ini tidak memerlukan sebuah perantara seperti Wireles Router atau Accses Point. Ada beberapa kelemahan jika menggunakan AdHoc ini yakni pada saat Client yang terhubung telah banyak, Maka transmisi pengiriman data akan makin lambat.

Selain itu, Karena tidak ada perangkat yang di jadikan sebagai perantara seperti Acces point dengan menggunakan Teknologi ini terjadinya ketidak adaan perangkat yang dapat mengatur Wireles agar Client terkoneksi. Collusion atau Tabrakan kemungkinan besar akan terjadi.

Konfigurasi IBSS dikenal sebagai konfigurasi independen atau jaringan ad-hoc. Konfigurasi IBSS mirip dengan jaringan office peer-to-perr di mana tidak ada satu titik (node) yang berfungsi sebagaiserver. Dalam WLAN jenis IBSS sejumlah node nirkabel akan berkomunikasi secara langsung satu dengan lainnya secara ad-hoc, peer-to-peer. Jenis IBSS ini dikenal juga dengan nama ad-hoc network, biasanya digunakan di perkantoran, ruang di dalam hotel, lapangan terbang, dan sebagainya. Biasanya IBSS menghubungkan jaringan dalam ruang yang terbatas dan tidak disambungkan ke jaringan komputer atau jaringan Internet yang lebih besar.

b.  Basic Service Set (BSS)

 

Agar semua wireles pada client bisa saling terhubung menggunakan teknologi ini harus menggunakan perangkat Accses point sebagai perantaranya. Jadi, agar antara 1 client bisa terhubung dengan client lainnya harus terkoneksi lebih dahulu dengan Accses Point perantara yang digunakan.

BBS terdiri dari satu buah acces point ke jaringan kabel atau internet. Jenis ini dikenal juga sebagai manage network di jaringan WLAN, acces point (AP) bertindak sebagai server logicaldisebuah sel atau kanal WLAN. Komunikasi antara dua node A dan B dalam jaringan BSS biasanya dari A ke AP kemudian AP akan mengulang data yang dikirim ke B.

c.  Extended Service Set (ESS)

 

Untuk jenis Topologi ESS ini memiliki lebih dari satu Accses Point yang bisa digunakan. hal ini bertujuan agar bisa menjangkau di area yang lebih luas. Jadi bisa di bilng Topologi ESS ini adalah sebuah gabungan atau juga kumpulan dari topologi BSS.

Di topologi BSS atau ESS, anda bisa mengkaloborasikannya dengan jaringan LAN. Jariangan ini umumnya di namakan infrastruktur, Dimana Wireles Client bisa terhubung serta dapat berkomunikasi dengan Client lainnya di jaringan kabel.

ESS terdiri dari beberapa BSS yang salingoverlap (masing-masing mempunyai access point). AP dihubungkan satu sama lain menggunakan distribution system (DS), biasanya berupa ethernet LAN atau teknik lainnya. Konfigurasi ini merupakan konfigurasi standart yang biasa digunakan warnet dalam membangun jaringan Internetnya. Biasanya pada AP dipasang perangkat lunak router atau bridge yang akan menghubungkan jaringan nirkabel LAN dengan LAN berbasis kabel.

  1. Jaringan Outdoor
a.  Point To Point, yaitu pemasangan radio 2 sisi yang saling terhubung.

 

b.  Point To Multipoint, yaitu pemasangan radio banyak sisi yang saling terhubung dengan satu sisi dijadikan AP atau masternya.

 

2 komentar: